媷 (rù) dalam bahasa Mandarin berarti "Malu atau merasa terhina". Memiliki 13 goresan dengan radikal 女.
Dinilai 4.2/5 dalam kesulitan (lanjutan).
Muncul dalam 3+ kata umum termasuk 媷恼 (rù nǎo), 媷劳 (rù láo), 繁媷 (fán rù).
Karena memiliki 13 goresan, deteksi kesalahan Hanzi Writer menunjukkan 媷 membutuhkan latihan yang fokus — sebagian besar pembelajar membutuhkan 10+ percobaan untuk akurasi yang konsisten.
Buka Hanzi Writer untuk melihat animasi urutan goresan dan berlatih menulis 媷 dengan umpan balik real-time.
Karakter 媷 (rù) ditulis dengan 13 goresan. Ikuti urutan goresan Mandarin standar: dari atas ke bawah, dari kiri ke kanan, luar sebelum dalam. Radikal 女 adalah salah satu komponen utamanya.
Latih urutan goresan yang benar dengan aplikasi Hanzi Writer untuk melihat panduan goresan demi goresan yang dianimasikan dengan umpan balik real-time.
媷 berarti Malu atau merasa terhina.
媷 terdiri dari radikal 女 (perempuan) dan komponen fonetik 辱 (rǔ, yang berarti 'penghinaan'). Awalnya, karakter ini menggambarkan perasaan malu atau terhina yang sering dikaitkan dengan posisi sosial perempuan dalam masyarakat kuno.
💡 Tips Menghafal: Bayangkan seorang perempuan (女) menutup wajahnya dengan tangan karena merasa malu (辱) setelah dipermalukan di depan umum.
这件事让他很媷恼。
zhè jiàn shì ràng tā hěn rù nǎo
Hal ini membuatnya sangat kesal.
身体媷劳需要休息。
shēn tǐ rù láo xū yào xiū xī
Tubuh yang lelah butuh istirahat.
礼节不要太繁媷。
lǐ jié bú yào tài fán rù
Tata krama jangan terlalu rumit atau berbelit-belit.
Buka Hanzi Writer untuk melihat animasi urutan goresan dan berlatih menulis 媷 dengan umpan balik real-time.
✨ Animasi urutan goresan · Pengenalan tulisan tangan · Latihan bertingkat HSK · Gratis digunakan
媷 terdiri dari radikal 女 (perempuan) dan komponen fonetik 辱 (penghinaan). Radikal memberikan petunjuk bahwa karakter ini berkaitan dengan perempuan atau sifat feminin, sementara komponen fonetik memberikan bunyi 'rù' dan juga menyumbang makna 'malu' karena 辱 sendiri berarti penghinaan. Jadi, 媷 secara harfiah menggambarkan perasaan malu atau terhina yang dialami, sering dikaitkan dengan perempuan dalam konteks sejarah.