绪 (xù) dalam bahasa Mandarin berarti "Ujung benang / Perasaan". Memiliki 11 goresan dengan radikal 纟, dan merupakan Tingkat HSK 6.
Dinilai 4.2/5 dalam kesulitan (lanjutan).
Lebih sulit dari 84% karakter Tingkat HSK 6.
Muncul dalam 3+ kata umum termasuk 情绪 (qíng xù), 头绪 (tóu xù), 思绪 (sī xù).
Karena memiliki 11 goresan, deteksi kesalahan Hanzi Writer menunjukkan 绪 membutuhkan latihan yang fokus — sebagian besar pembelajar membutuhkan 10+ percobaan untuk akurasi yang konsisten.
Buka Hanzi Writer untuk melihat animasi urutan goresan dan berlatih menulis 绪 dengan umpan balik real-time.
Karakter 绪 (xù) ditulis dengan 11 goresan. Ikuti urutan goresan Mandarin standar: dari atas ke bawah, dari kiri ke kanan, luar sebelum dalam. Radikal 纟 adalah salah satu komponen utamanya.
Latih urutan goresan yang benar dengan aplikasi Hanzi Writer untuk melihat panduan goresan demi goresan yang dianimasikan dengan umpan balik real-time.
绪 berarti Ujung benang / Perasaan.
Sebagai karakter Tingkat HSK 6, 绪 adalah karakter tingkat menengah.
绪 (xù) terdiri dari radikal 纟 (benang sutra) dan 者 (orang tua). Awalnya berarti 'ujung benang' yang menggambarkan awal dari sebuah tenunan. Seiring waktu, maknanya berkembang menjadi 'perasaan' atau 'emosi' karena benang melambangkan alur yang berkelanjutan, mirip dengan alur perasaan.
💡 Tips Menghafal: Bayangkan seutas benang sutra yang dipegang oleh seorang tua (者), menunjukkan awal dari sebuah cerita atau perasaan yang akan dirajut.
他的情绪很稳定。
tā de qíng xù hěn wěn dìng
Emosinya sangat stabil.
这件事没有头绪。
zhè jiàn shì méi yǒu tóu xù
Hal ini tidak ada petunjuknya.
我的思绪很乱。
wǒ de sī xù hěn luàn
Pikiran saya sangat kacau.
Buka Hanzi Writer untuk melihat animasi urutan goresan dan berlatih menulis 绪 dengan umpan balik real-time.
✨ Animasi urutan goresan · Pengenalan tulisan tangan · Latihan bertingkat HSK · Gratis digunakan
绪 terdiri dari 纟 (benang) dan 者 (orang tua). 纟 menunjukkan bahwa karakter ini berhubungan dengan benang atau tekstil, sedangkan 者 memberikan bunyi dan juga nuansa 'orang yang memegang'. Makna aslinya 'ujung benang' kemudian berkembang menjadi 'alur pikiran' atau 'emosi' karena benang melambangkan alur yang berkelanjutan.