困 (kùn) dalam bahasa Mandarin berarti "mengantuk; terjebak; sulit". Memiliki 7 goresan dengan radikal 囗, dan merupakan Tingkat HSK 3.
Dinilai 3.5/5 dalam kesulitan (menantang).
Lebih sulit dari 38% karakter Tingkat HSK 3.
Muncul dalam 3+ kata umum termasuk 困难 (kùn nán), 困了 (kùn le), 困境 (kùn jìng).
Karena memiliki 7 goresan, deteksi kesalahan Hanzi Writer menunjukkan 困 membutuhkan latihan yang fokus — sebagian besar pembelajar membutuhkan 10+ percobaan untuk akurasi yang konsisten.
Buka Hanzi Writer untuk melihat animasi urutan goresan dan berlatih menulis 困 dengan umpan balik real-time.
Karakter 困 (kùn) ditulis dengan 7 goresan. Ikuti urutan goresan Mandarin standar: dari atas ke bawah, dari kiri ke kanan, luar sebelum dalam. Radikal 囗 adalah salah satu komponen utamanya.
Latih urutan goresan yang benar dengan aplikasi Hanzi Writer untuk melihat panduan goresan demi goresan yang dianimasikan dengan umpan balik real-time.
困 berarti mengantuk; terjebak; sulit.
Sebagai karakter Tingkat HSK 3, 困 adalah karakter tingkat menengah.
困 berasal dari gambaran pohon (木) yang dikelilingi pagar atau tembok (囗), melambangkan pohon yang terjebak dan tidak bisa tumbuh bebas. Makna awalnya adalah 'terbatas' atau 'terjebak', yang kemudian berkembang menjadi 'mengantuk' karena perasaan tertekan dan lesu.
💡 Tips Menghafal: Bayangkan sebuah pohon (木) yang dikelilingi tembok tebal (囗), tidak bisa keluar, sehingga akhirnya mengantuk karena bosan dan lelah.
这个问题很困难。
zhè ge wèn tí hěn kùn nán
Masalah ini sangat sulit.
我困了,想睡觉。
wǒ kùn le xiǎng shuì jiào
Saya mengantuk, ingin tidur.
他走出了困境。
tā zǒu chū le kùn jìng
Dia keluar dari kesulitan.
Buka Hanzi Writer untuk melihat animasi urutan goresan dan berlatih menulis 困 dengan umpan balik real-time.
✨ Animasi urutan goresan · Pengenalan tulisan tangan · Latihan bertingkat HSK · Gratis digunakan
困 terdiri dari radikal 囗 (kotak/pagar) di luar dan 木 (pohon) di dalam. Pagar membatasi pohon, melambangkan keadaan terjebak atau terbatas. Ini menjelaskan makna 'terjebak' dan 'sulit', serta 'mengantuk' karena perasaan terkekang.