姫 (jī) dalam bahasa Mandarin berarti "Putri / Nona". Memiliki 9 goresan dengan radikal 女.
Dinilai 4/5 dalam kesulitan (menantang).
Muncul dalam 3+ kata umum termasuk 姫路 (jī lù), 姫君 (jī jūn), 舞姫 (wǔ jī).
Karena memiliki 9 goresan, deteksi kesalahan Hanzi Writer menunjukkan 姫 membutuhkan latihan yang fokus — sebagian besar pembelajar membutuhkan 10+ percobaan untuk akurasi yang konsisten.
Buka Hanzi Writer untuk melihat animasi urutan goresan dan berlatih menulis 姫 dengan umpan balik real-time.
Karakter 姫 (jī) ditulis dengan 9 goresan. Ikuti urutan goresan Mandarin standar: dari atas ke bawah, dari kiri ke kanan, luar sebelum dalam. Radikal 女 adalah salah satu komponen utamanya.
Latih urutan goresan yang benar dengan aplikasi Hanzi Writer untuk melihat panduan goresan demi goresan yang dianimasikan dengan umpan balik real-time.
姫 berarti Putri / Nona.
姫 terdiri dari radikal 女 (perempuan) dan komponen 臣 (menteri/bawahan). Awalnya berarti 'wanita yang melayani' atau 'dayang', namun dalam bahasa Jepang, karakter ini diadopsi untuk berarti 'putri' atau 'nona'. Bentuknya menggambarkan seorang perempuan yang berdiri di samping seorang menteri, melambangkan posisi yang terhormat namun patuh.
💡 Tips Menghafal: Bayangkan seorang putri cantik (女) sedang berdiri di samping seorang menteri (臣) yang setia, siap melayaninya.
姫路城在日本很有名。
jī lù chéng zài rì běn hěn yǒu míng
Kastel Himeji sangat terkenal di Jepang.
她是一位高贵的姫君。
tā shì yī wèi gāo guì de jī jūn
Dia adalah seorang putri bangsawan yang mulia.
舞台上有位美丽的舞姫。
wǔ tái shàng yǒu wèi měi lì de wǔ jī
Ada seorang penari cantik di atas panggung.
Buka Hanzi Writer untuk melihat animasi urutan goresan dan berlatih menulis 姫 dengan umpan balik real-time.
✨ Animasi urutan goresan · Pengenalan tulisan tangan · Latihan bertingkat HSK · Gratis digunakan
姫 terdiri dari dua bagian: 女 (perempuan) dan 臣 (menteri). 女 menunjukkan bahwa karakter ini berkaitan dengan wanita, sementara 臣 memberikan konteks posisi sosial. Kombinasi keduanya menggambarkan seorang wanita yang berada di lingkungan istana, yang kemudian berkembang menjadi makna 'putri' atau 'nona'.