鄦 (xǔ) dalam bahasa Mandarin berarti "Xu (nama tempat kuno)". Memiliki 14 goresan dengan radikal 阝.
Dinilai 3.9/5 dalam kesulitan (menantang).
Muncul dalam 3+ kata umum termasuk 鄦地 (xǔ dì), 鄦国 (xǔ guó), 鄦邑 (xǔ yì).
Karena memiliki 14 goresan, deteksi kesalahan Hanzi Writer menunjukkan 鄦 membutuhkan latihan yang fokus — sebagian besar pembelajar membutuhkan 10+ percobaan untuk akurasi yang konsisten.
Buka Hanzi Writer untuk melihat animasi urutan goresan dan berlatih menulis 鄦 dengan umpan balik real-time.
Karakter 鄦 (xǔ) ditulis dengan 14 goresan. Ikuti urutan goresan Mandarin standar: dari atas ke bawah, dari kiri ke kanan, luar sebelum dalam. Radikal 阝 adalah salah satu komponen utamanya.
Latih urutan goresan yang benar dengan aplikasi Hanzi Writer untuk melihat panduan goresan demi goresan yang dianimasikan dengan umpan balik real-time.
鄦 berarti Xu (nama tempat kuno).
鄦 adalah karakter yang langka, terdiri dari komponen 無 (tidak ada) dan 邑 (kota). Secara historis, ini merujuk pada nama tempat kuno, yaitu Negara Xu (鄦国) pada zaman Dinasti Zhou. Bentuknya menggambarkan sebuah kota atau wilayah yang terkait dengan klan Xu, dengan 邑 sebagai penanda kota dan 無 sebagai unsur fonetik yang memberikan bunyi 'xǔ'.
💡 Tips Menghafal: Bayangkan sebuah kota tua (邑) yang dikelilingi oleh awan 'tidak ada' (無) — artinya kota itu kini sudah tidak ada, hanya tinggal nama dalam sejarah, yaitu Xu.
鄦地在河南。
xǔ dì zài hé nán
Wilayah Xu berada di Henan.
鄦国是一个古国。
xǔ guó shì yí gè gǔ guó
Negara Xu adalah sebuah negara kuno.
鄦邑规模很小。
xǔ yì guī mó hěn xiǎo
Skala Kota Xu sangat kecil.
Buka Hanzi Writer untuk melihat animasi urutan goresan dan berlatih menulis 鄦 dengan umpan balik real-time.
✨ Animasi urutan goresan · Pengenalan tulisan tangan · Latihan bertingkat HSK · Gratis digunakan
鄦 terdiri dari 無 (wú, tidak ada) di atas dan 邑 (yì, kota) di bawah. 邑 adalah radikal yang menunjukkan hubungan dengan kota atau wilayah, sedangkan 無 berfungsi sebagai penunjuk bunyi (xǔ) sekaligus memberi nuansa 'hilang' atau 'kuno'. Jadi, 鄦 secara harfiah berarti 'kota yang telah tiada', cocok untuk nama tempat bersejarah.