欠 (qiàn) dalam bahasa Mandarin berarti "Berutang". Memiliki 4 goresan dengan radikal 欠, dan merupakan Tingkat HSK 5.
Dinilai 2.4/5 dalam kesulitan (sedang).
Lebih sulit dari 3% karakter Tingkat HSK 5.
Muncul dalam 3+ kata umum termasuk 欠钱 (qiàn qián), 哈欠 (hā qiàn), 欠条 (qiàn tiáo).
Validasi goresan Hanzi Writer menunjukkan pembelajar biasanya membutuhkan 5-8 percobaan untuk menulis 欠 dengan proporsi dan urutan yang benar.
Buka Hanzi Writer untuk melihat animasi urutan goresan dan berlatih menulis 欠 dengan umpan balik real-time.
Karakter 欠 (qiàn) ditulis dengan 4 goresan. Ikuti urutan goresan Mandarin standar: dari atas ke bawah, dari kiri ke kanan, luar sebelum dalam. Radikal 欠 adalah salah satu komponen utamanya.
Latih urutan goresan yang benar dengan aplikasi Hanzi Writer untuk melihat panduan goresan demi goresan yang dianimasikan dengan umpan balik real-time.
欠 berarti Berutang.
Sebagai karakter Tingkat HSK 5, 欠 adalah karakter tingkat menengah.
欠 (qiàn) awalnya menggambarkan seseorang yang sedang membuka mulut lebar-lebar, seperti sedang menguap atau bernapas. Dalam bahasa Tionghoa kuno, bentuknya menyerupai orang yang mengeluarkan napas dari mulut, yang kemudian berkembang menjadi arti 'berutang' karena dalam budaya Tionghoa, orang yang berutang sering kali merasa 'kekurangan' atau 'tidak lengkap' seperti napas yang keluar.
💡 Tips Menghafal: Bayangkan seseorang yang menguap lebar (bentuk 欠) sambil berkata, 'Aku masih kurang bayar utangku!'
他因为欠钱不还,信用记录受到了很大的影响。
tā yīn wèi qiàn qián bù hái , xìn yòng jì lù shòu dào le hěn dà de yǐng xiǎng 。
Karena dia berutang uang dan tidak mengembalikannya, catatan kreditnya sangat terpengaruh.
他累得打了一个哈欠。
tā lèi dé dǎ le yí gè hā qiàn
Dia begitu lelah hingga menguap.
他写了一张欠条给我。
tā xiě le yī zhāng qiàn tiáo gěi wǒ
Dia menulis surat utang untukku.
Buka Hanzi Writer untuk melihat animasi urutan goresan dan berlatih menulis 欠 dengan umpan balik real-time.
✨ Animasi urutan goresan · Pengenalan tulisan tangan · Latihan bertingkat HSK · Gratis digunakan
Bentuk asli 欠 menggambarkan orang yang membuka mulut mengeluarkan napas, melambangkan 'kekurangan' atau 'tidak cukup'. Dalam konteks utang, orang yang berutang merasa 'kekurangan' uang atau barang, sehingga artinya berkembang dari 'menguap' menjadi 'berutang'. Komponen ini juga menjadi radikal yang memberi makna 'mulut terbuka' pada karakter lain.