灵 (líng) dalam bahasa Mandarin berarti "Jiwa atau roh.". Memiliki 7 goresan dengan radikal 彐, dan merupakan Tingkat HSK 6.
Dinilai 3.5/5 dalam kesulitan (menantang).
Lebih sulit dari 20% karakter Tingkat HSK 6.
Muncul dalam 3+ kata umum termasuk 灵活 (líng huó), 灵感 (líng gǎn), 心灵 (xīn líng).
Karena memiliki 7 goresan, deteksi kesalahan Hanzi Writer menunjukkan 灵 membutuhkan latihan yang fokus — sebagian besar pembelajar membutuhkan 10+ percobaan untuk akurasi yang konsisten.
Buka Hanzi Writer untuk melihat animasi urutan goresan dan berlatih menulis 灵 dengan umpan balik real-time.
Karakter 灵 (líng) ditulis dengan 7 goresan. Ikuti urutan goresan Mandarin standar: dari atas ke bawah, dari kiri ke kanan, luar sebelum dalam. Radikal 彐 adalah salah satu komponen utamanya.
Latih urutan goresan yang benar dengan aplikasi Hanzi Writer untuk melihat panduan goresan demi goresan yang dianimasikan dengan umpan balik real-time.
灵 berarti Jiwa atau roh..
Sebagai karakter Tingkat HSK 6, 灵 adalah karakter tingkat menengah.
灵 berasal dari bentuk hujan (雨) di atas tiga mulut atau mangkuk (口), yang melambangkan perantara yang memanggil roh atau dewa untuk menurunkan hujan. Awalnya bermakna 'dukun atau perantara roh', kemudian berkembang menjadi 'jiwa' atau 'roh'.
💡 Tips Menghafal: Bayangkan tiga orang kecil (口) berdiri di bawah hujan (雨) sambil berteriak memanggil roh, dan tiba-tiba roh itu turun memberikan inspirasi.
他的动作很灵活。
tā de dòng zuò hěn líng huó
Gerakannya sangat fleksibel.
我现在没有灵感。
wǒ xiàn zài méi yǒu líng gǎn
Aku sekarang tidak punya inspirasi.
她的心灵很美。
tā de xīn líng hěn měi
Hatinya sangat cantik.
Buka Hanzi Writer untuk melihat animasi urutan goresan dan berlatih menulis 灵 dengan umpan balik real-time.
✨ Animasi urutan goresan · Pengenalan tulisan tangan · Latihan bertingkat HSK · Gratis digunakan
灵 terdiri dari 彐 (kepala babi atau tangan yang terulur) di atas, dan 火 (api) di bawah. Namun, bentuk aslinya adalah 雨 (hujan) di atas tiga 口 (mulut). Komponen ini menggambarkan ritual memanggil hujan, yang dilakukan oleh dukun. Seiring waktu, makna bergeser dari 'dukun' menjadi 'jiwa' atau 'roh' karena dukun dianggap memiliki kekuatan spiritual.